• Post 1
  • Post 2
  • Post 3

Narkoba



1.     Pengertian Narkoba
Narkoba disebut juga NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif Lain) adalah obat, bahan, atau zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikkan, berpengaruh pada kerja otak dan seringkali menimbulkan ketergantungan.

2.     Jenis-Jenis Narkoba
A.    Narkotika
Menurut undang-undang, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan.
B.     Psikotropika
Menurut undang-undang, psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat dan menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
C.     Zat Psikoaktif Lain
Zat psikoaktif lain adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh terhadap kerja otak.

3.     Cara Kerja Narkoba
Narkoba bekerja terutama pada bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan, yang disebut sistem limbus: Hipotalamus – pusat kenikmatan pada otak – adalah bagian dari sistem limbus. Narkoba menghasilkan perasaan ‘high’ dengan mengubah susunan biokimia molekul pada sel otak yang disebut neuro-transmitter.
Dapat dikatakan bahwa otak bekerja dengan motto jika merasa enak, lakukanlah. Otak dilengkapi alat untuk menguatkan rasa nikmat dan menghindarkan rasa sakit atau tidak enak, guna membantu memenuhi kehidupan dasar manusia, seperti rasa lapar, haus, rasa hangat, dan tidur. Mekanisme ini merupakan mekanisme pertahanan diri. Jika lapar, otak menyampaikan pesan agar mencari makanan yang dibutuhkan. Kita berupaya mencari makanan itu dan menempatkannya diatas segala-galanya. Kita rela meninggalkan pekerjaan dan kegiatan lain, demi memperoleh makanan itu.
Yang terjadi pada adiksi adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Jika mengonsumsi narkoba, otak membaca tanggapan kita. Jika merasa nikmat, otak mengeluarkan neurotransmitter yang menyampaikan pesan: “Zat ini berguna bagi mekanisme pertahanan tubuh”. Jadi, ulangi pemakaiannya. “Jika memakai narkoba lagi, kita kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan kita terpuaskan”. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah kita memang memerlukannya sebagai mekanisme pertahanan diri. Maka terjadilah kecanduan!
Terlepas dari dampak buruknya, memang diakui ada mitos yang diyakini oleh pengguna narkoba bahwa narkoba sebagai pengubah suasana hati. Semua jenis narkoba mengubah perasaan dan cara berpikir seseorang tergantung pada jenisnya.

a.       Perubahan pada suasana hati (menenangkan, rileks, gembira, dan rasa bebas);
b.      Perubahan pada pikiran (stress hilang dan meningkatnya daya khayal);
Perubahan pada perilaku (meningkatkan keakraban, menghambat nilai, dan lepas kendali).


Pengaruh Narkoba

  • Bebas dari rasa kesepian
Di masyarakat modern, dimana orang sulit menjalin hubungan akrab, narkoba menjadi “obat yang manjur”. Pada tahap jangka pendek, narkoba menyebabkan keakaraban dengan sesama serta hilangnya rasa kesepian. Akan tetapi, dalam jangka panjang, narkoba justru menyebabkan perasaan terisolasi dan rasa kesepian.
  • Bebas dari perasaan negatif lain
Kecanduan menyebabkan seseorang sibuk dengan kecanduannya, hingga tidak merasa perlu memperhatikan  perasaan atau kekosongan jiwanya. Narkoba atau kecanduan lain menjauhkan dari perasaan kecewa, kekurangan atau kehilangan makna dan tujuan hidup, serta konflik batin yang ditakutkannya.
  • Kenikmatan semu
Di masyarakat yang berorientasi pada kerja, uang, prestasi, kekuasaan dan kedudukan sebagai tolak ukur keberhasilan, narkoba menggantikan rekreasi yang memberi perasaan bebas terhadap kesadaran diri dan waktu.
  • Pengendalian semu
Dalam abad teknologi ketika orang merasa kurang atau tidak lagi memiliki kendali atas lingkungannya, tetapi dilain pihak, membutuhkan kekuasaan, dan penampilan, narkoba menyebabkan perasaan mampu mengendalikan situasi dan memiliki kekuasaan. Pecandu merasa beroleh kekuasaan atas setiap kesalahan. 
  • Krisis yang menetap
Pecandu tidak ingin merasakan perasaannya yang sebenarnya (yang menyakitkan), tetapi pada waktu yang bersamaan, tidak pula mengalami mati rasa. Narkoba memberiperasaan gairah dan ketegangan, untuk mengggantikan perasaanya yang sebenarnya.
  • Meningkatkan penampilan
Pada masyarakat yang menginginkan penampilan lebih utama, narkoba dapat membuat seseorang lebih mudah diterima orang lain. Narkoba menyembunyikan ketakutan atau kecemasan dan membiusnya dari rasa sakit, karena dihakimi atau dinilai orang lain.
  • Bebas dari perasaan waktu
Ketika sedang memakai narkoba, pecandu merasa waktu seakan-akan berhenti. Masa lalu tidak lagimenghanui dirinya. Demikian juga masa depan, yang ada adalah hari ini beroleh pengalaman dengan narkoba.

0 komentar:

Posting Komentar